085728615308 085728615308

Rencana Penerimaan Tamtama PK TNI AD

new
Rencana Penerimaan Tamtama PK TNI AD
Kategori Nasional
Di lihat 2996 kali

Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penerimaan Tamtama PK TNI AD.

A. Rencana Penerimaan Tamtama Prajurit Karir Secara Umum.

  1. Pembinaan prajurit khususnya TNI AD merupakan upaya dan kegiatan yang penting dalam rangka pembinaan TNI secara keseluruhan guna tercapainya keberhasilan tugas pokok. Mengingat obyek yang dibina adalah manusia yang merupakan unsur penentu, maka untuk kelangsungan organisasi dalam pembinaan prajurit tersebut perlu dirancang dan diselenggarakan secara terus menerus.
  2. Penyediaan prajurit sebagai bagian dari pembinaan prajurit bertujuan untuk mengisi kebutuhan organisasi TNI AD yang meliputi Perwira, Bintara, dan Tamtama.
  3. Penerimaan prajurit Tamtama PK TNI AD sebagai bagian dari penyediaan prajurit, dilaksanakan melalui penerimaan dari warga negara yang secara sukarela ingin mengabdikan dirinya menjadi prajurit TNI, khususnya Tamtama PK TNI AD.
  4. Sebagai pedoman untuk kelancaran bagi Sub Panda, dalam pelaksanaan Penerimaan Calon Tamtama PK TNI AD, maka perlu dibuat rencana pelaksanaan kegiatan.

B. Maksud dan Tujuan Rencana Penerimaan Tamtama Prajurit Karir.

  1. Maksud : Sebagai gambaran bagi Sub Panitia daerah tentang penyelenggaraan kegiatan penerimaan calon tamtama PK TNI AD.
  2. Tujuan : Sebagai pedoman agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan tertib, lancar, obyektif, jujur sehingga diperoleh calon Tamtama PK TNI AD yang berkualitas sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
  • TNI (Tentara Nasional Indonesia)

Rencana Penerimaan Tamtama PK TNI ADTentara Nasional Indonesia lahir dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang berambisi untuk menjajah Indonesia kembali melalui kekerasan senjata. TNI merupakan perkembangan organisasi yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international, dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Dalam perkembangan selanjutnya usaha pemerintah untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, seraya bertempur dan berjuang untuk tegaknya kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden mengesyahkan dengan resmi berdirinya TNI. Ada beberapa organisasi TNI resmi yaitu AD (Angkatan Darat), AL (Angkatan Laut), AU (Angkatan Udara). Beberapa hal penting mengenai TNI adalah sebagai berikut:

  • Tugas Pokok TNI

Rencana Penerimaan Tamtama PK TNI ADMenegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara. Tugas pokok tersebut dibagi menjadi 2, yaitu operasi militer dan operasi militer selain perang.

Sementara dalam bidang reformasi internal, TNI sampai saat ini masih terus melaksanakan reformasi internalnya sesuai dengan tuntutan reformasi nasional. TNI tetap pada komitmennya menjaga agar reformasi internal dapat mencapai sasaran yang diinginkan dalam mewujudkan Indonesia baru yang lebih baik dimasa yang akan datang dalam bingkai tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia

  • Visi Misi TNI

Visi:   Terwujudnya Pertahanan Negara yang Tangguh.

Misi: Menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta keselamatan Bangsa.

  • Akademi TNI

Rencana Penerimaan Tamtama PK TNI ADDibentuknya organisasi lembaga pendidikan Akabri (sekarang Akademi TNI) adalah didasarkan kepada pengalaman sejarah dimasa lalu, bahwa rivalitas antar Angkatan begitu tinggi dan persaingan yang kurang sehat karena dipengaruhi oleh suasana politik saat itu, serta timbulnya berbagai gejolak yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. TNI sebagai bhayangkara negara pernah merasakan betapa pahitnya menghadapi PKI pada tahun 1960an, dimana tanpa kekompakan TNI sulit untuk mengatasi gerakan Politik PKI. Oleh karena itu para pendiri TNI merasa perlu untuk menyatukan visi dan persepsi dengan mengintegrasikan Angkatan Perang dan Polri menjadi ABRI. Seiring dengan itu timbul pula pemikiran untuk memulai mengembangkan semangat integrasi dini sejak dilembaga pendidikan. Atas dasar perencanaan tersebut maka pada Tanggal 16 Desember 1965 keluarlah Surat Keputusan Presiden RI No.185 / Koti / 1965 sebagai dasar berdirinya Akademi TNI dan selanjutnya tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi Akademi TNI Realisasi pembentukan Akademi TNI di laksanakan secara bertahap mulai dari integrasi formil pada tanggal 5 Oktober 1965. Kemudian integrasi parsiil tahap satu pada tanggal 29 Januari 1967 dengan di bentuknya Akabri bagian umum di Magelang dan dilanjutkan integrasi parsiil tahap II pada tanggal 29 Januari 1969 dengan pemberian wewenang dan tugas komando kepada Danjen Akabri terhadap Akabri bagian. Dengan terbitnya Keputusan Mendiknas Nomor 244 SD 246/D/O/2010 tanggal 29 Desember 2010 tentang izin penyelenggaraan prodi-prodi di Akmil, AAL dan AAU, maka secara legal formal telah menempatkan Akademi TNI dan Akademi Angkatan sebagai bagian dari sistem Pendidikan Tinggi Nasional.

  • TA PK (Tamtama Prajurit Karir)

Rencana Penerimaan Tamtama PK TNI ADTamtama merupakan golongan pangkat ketentaraan atau jabatan yang paling rendah, mulai dari prajurit dua atau kelas dua, prajurit satu, prajurit kepala seperti kopral dua, kopral satu, kopral kepala. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima ABRI Nomor 92/II/85 yang berlaku sejak 1 April 1985, terjadi perubahan yaitu golongan tamtama dibagi menjadi 2 anak golongan, yaitu Tamtama Kepala dan Tamtama.

  • Persyaratan Umum.

Persyaratan penerimaan calon Tamtama PK TNI AD adalah sebagai berikut:

  1. Warga Negara Republik Indonesia, pria dan bukan anggota atau mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI
  2. Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD Republik Indonesia Tahun 1945.
  4. Berumur sekurang – kurangnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama.
  5. Sehat jasmani, rohani serta tidak berkacamata.
  6. Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
  7. Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia (dilengkapi pada saat calon mengikuti pemeriksaan psikologi)
  • Persyaratan Lain.

Persyaratan lain untuk penerimaan calon Tamtama PK TNI AD adalah sebagai berikut:

  1. Serendah-rendahnya berijazah / lulusan SMP / Tsanawiyah atau yang setara baik negeri atau swasta yang terakreditasi.
  2. Belum pernah kawin/nikah dan sanggup tidak kawin/nikah selama dalam pendidikan pertama dan 2 tahun setelah diangkat menjadi prajurit.
  3. Memiliki tinggi badan sekurang kurangnya 163cm serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.
  4. Bersedia menjalani ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 Tahun.
  5. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  6. Harus ada surat persetujuan orang tua/wali. Bagi calon yang menggunakan wali agar diisi keterangan sesuai dengan yang menjadi wali. Surat pertujuan orang tua yang menggunakan perwakilan dapat ditetapkan oleh kecamatan setempat.
  7. Harus mengikuti pemeriksaan / pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan meliputi: Administrasi. Kesehatan. Jasmani. Mental Idiologi. Psikologi.
  • Persyaratan Tambahan.

Persyaratan tambahan untuk penerimaan calon Tamtama PK TNI AD adalah sebagai berikut:

  1. Bagi yang memperoleh ijazah dari Negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud.
  2. Tidak bertato / bekas tato dan tidak ditindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan adat.
  3. Bagi yang sudah bekerja
  • Melampirkan surat persetujuan / ijin dari kepala dinas / jawatan / instansi yang bersangkutan.
  • Bersedia diberhentikan dari status pegawai bila diterima menjadi Tamtama PK TNI AD.

Bersedia mematuhi peraturan bebas KKN baik secara langsung maupun tidak langsung. Apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud, maka harus bersedia dinyatakan tidak lulus atau dikeluarkan dari Pendidikan atau Dikma.

Rencana Penerimaan Tamtama PK TNI AD  Rencana Penerimaan Tamtama PK TNI AD

Pencarian Dengan Kata Kunci: